Kisah Si Bitun – Episode: Hal-hal Ajaib

30 May

Bukan bermaksud pamer apalagi riya, saya hanya ingin berbagi sedikit tentang pengalaman yang saya dapat selama mengandung si Bitun.

Selain memberi rasa mual, pening dan ga enak badan untuk Mommy-nya di trimester awal, si Bitun membawa banyak hal ajaib untuk kedua orang tuanya. Kita harus percaya, kalau setiap bayi yang lahir ke dunia ini, disiapkan Tuhan satu set dengan rejekinya sendiri. Jangan terlalu takut tidak mampu menghidupi, apalagi memutuskan untuk membuang si bayi ke selokan hanya karena masalah ekonomi. AMIT-AMIT.

Jadi, satu hari di bulan Februari lalu, si suami menelpon untuk memberi tahu kalau dia dapat tawaran pekerjaan di Bank tetangga. Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya si suami memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut. Dengan offering yang lumayan dan juga bonus tahunan yang lumayan banget, hijrahlah si suami pada bulan April 2015.

Satu hal yang menguatkan si suami untuk hijrah adalah si Bitun ini. Menurutnya, si Bitun membuatnya memiliki prioritas yang lebih banyak dan tujuan hidup yang lebih jelas. :’)

Salah satu obrolan kami sewaktu masih berpacaran adalah punya rumah, punya anak, lalu punya kendaraan roda empat.

Syukurlah, rumah sudah disiapkan si suami sebelum pernikahan. Lalu 2 bulan berselang setelah pernikahan, si Bitun datang. Dan ternyata si Bitun ini dititipkan pada saya satu paket dengan kendaraan roda empat keluaran terbaru. Ajaib? ya! Bagi saya ini merupakan sebuah keajaiban, karena saya tidak pernah bermimpi untuk memiliki semua yang saya punya sekarang dalam waktu hampir bersamaan. :’)

Prioritas si suami untuk memiliki roda empat menjadi naik ke list pertama karena tidak tega membayangkan si Bitun hujan-hujanan atau kena angin banyak-banyak. Dan ternyata rejekinya pun hadir seiring hijrahnya si suami ke kantor baru.

Semuanya sinergis.

:’)

Masih banyaaaaak hal-hal ajaib kecil yang dibawa si Bitun. Gak bisa berhenti bersyukur atas semuanya.

Ada hal yang paling lucu tentang keajaiban si Bitun. Jadi di usia kehamilan yang masuk 7 bulan ini, saya masih mengendarai. Ya mau bagaimana lagi, ditinggal suami di Bandung sendirian menuntut saya untuk menjadi emak-emak yang super mandiri. Lucunya, setiap berkunjung ke mall, cafe, atau tempat mana pun yang tempat parkirnya selalu penuh sesak, si Bitun selalu memberi saya kemudahan dalam mendapatkan tempat parkir. Rejeki anak. kalo sedang bingung cari parkir, tinggal bilang “Nak, carikan Mommy parkir dong..” dan BUM! space kosong muncul depan mata, hihihi…

Selain selalu dapat parkir, lampu stopan juga selalu hijau jika dibutuhkan.

Percaya gak percaya sih, tapi ini sungguhan. 😀

Baiklah, terimakasih sudah sudi mampir. Semoga bisa memberi sedikit inspirasi. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: